MIND YOUR HEAD

OC X JPX - outcult

TEKS: @wrabakti | PHOTO: Outcult Magazine & Kouki Kato @uribou1751

Sejarah panjang helm motor modern berawal di era tahun 50an, ketika inovasi fiberglass shells ditemukan dan menjadi standard helm motor saat ini. Sebelumnya kepala pengendara motor hanya dilindungi oleh helm sederhana berbahan shellac, sejenis resin alami dan canvas yang diberi foam liners. Dan sejak material fiberglass digunakan, inovasi dan teknologi helm berkembang pesat sampai saat ini. Material yang digunakan dan design helm pun semakin canggih dengan standard safety yang berlaku.

Safety menjadi faktor utama awal mula helm mulai digunakan. Pada era 70an, regulasi wajib menggunakan helm mulai banyak berlaku di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dimulai pada tahun 1971 melalui Maklumat Kapolri, yang pada saat itu dijabat oleh Jenderal Hoegeng, yang kemudian baru pada tahun 1992 ada penguatan secara hukum dalam UU no.14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Agak terlambat memang, dan mungkin keterlambatan itu pulalah yang menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya tingkat kesadaran akan pentingnya penggunaan helm saat berkendara. Bahkan di Amerika Serikat, dimana regulasi penggunaan helm beragam tergantung regulasi yang berlaku di tiap negara bagian, dan gerakan anti pakai helm ramai terdengar dengan alasan personal freedom, tetapi tingkat kesadaran akan faktor safety ketika berkendara jauh lebih tinggi dibanding disini. Walaupun memang, regulasi yang terbit terlambat bukan satu-satunya faktor, ada banyak faktor lain juga yang menjadi akar masalahnya. Mungkin juga karena pada dasarnya mayoritas orang Indonesia rebel aja…hahaha.

Berbicara tentang standard safety sendiri, di Indonesia baru diberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada tahun 2009. Itupun kadang masih diragukan validasinya karena seperti yang kita tahu sendiri, di negeri tercinta ini banyak hal yang bisa dipermudah dengan fulus. Walaupun memang seringkali itu hanyalah permainan oknum dan pihak yang tidak bertanggung jawab, tetapi mayoritas sudah melakukannya dengan benar sesuai prosedur yang berlaku. Maka ketika ada produsen helm yang tidak hanya mengantongi sertifikasi SNI, tetapi juga safety standard sesuai dengan yang berlaku oleh U.S. Department of Transportation (DOT) tentunya bisa memberikan rasa aman extra bagi penggunanya. Hal tersebut pulalah yang menjadi salah satu trigger dari project kolaborasi antara Outcult dan JPX Helmets, sebagai salah satu produsen helm lokal Indonesia yang tidak hanya memenuhi kriteria SNI, tetapi sekaligus juga DOT. Project kolaborasi ini diinisiasi oleh Outcult sebagai salah satu bagian dari campaign besar terkait perjalanan Cultrip ke Jepang tempo hari. Helm tipe ROKR dan Iron Glide berwarna dasar putih dengan grafis yang terinspirasi dari lukisan woodblock print ikonik Kanagawa-oki Nami Ura (The Great Wave Off Kanagawa karya seniman Jepang Katsushika Hokusai yang dibuat sekitar tahun 1831. The design itself strongly representing the functionality of helmet as a self-protection gear. Sebagai alat pelindung kepala, sebagai salah satu bagian tubuh manusia yang paling rentan benturan. Senada dengan makna dari lukisan The Great Wave off Kanagawa yang menggambarkan the fragility of human life against the chaotic power of nature. Manusia, sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan dibekali akal dan pikiran, melalui kemampuannya untuk berpikir tentang bagaimana caranya untuk bisa menjaga diri mereka dari faktor eksternal yang dapat menghantam kapan saja. Dan dalam hal ini, pagi para pengendara motor, adalah kecelakaan lalu lintas yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Menggunakan helm saat berkendara bisa jadi menjadi pembeda yang menentukan ketika terjatuh dari motor dan kepala terbentur aspal jalanan. Apalagi mengingat kondisi traffic di Indonesia yang terkenal ugal-ugalan.

Tidak hanya sebagai safety gear, di kalangan penikmat budaya roda dua, helm juga bisa menjadi salah satu collectible item dan bagian dari fashion. Para kolektor helm sendiri terbagi dalam berbagai jenis berbeda. Ada yang mengoleksi vintage helmet, ada juga yang mengoleksi helm modern dengan segala inovasi teknologi yang banyak diadaptasi dari lintasan balap. Belum lagi apabila kita ngulik dari sisi fashion, dari sekian banyak genre motor and sub-kulturnya. Hampir setiap genre memiliki jenis helm favorit menyesuaikan dengan fashion dan gaya motor yang digunakan. Misalnya untuk pengendara motor custom dan klasik, biasanya memilih helm half face yang simple, sedangkan para penikmat adventure, off-road dan aliran turunannya seperti scrambler dan tracker akan lebih memilih jenis helm motocross atau vintage motocross helmet. Untuk para pengendara motor sport dan penyuka riding jarak jauh, sudah pasti memilih helm full face, mengambil inspirasi dari helm yang digunakan para pembalap di sirkuit dengan standard safety yang lebih mumpuni. Tidak jarang kita menemui seorang rider yang mengoleksi lebih dari satu jenis helm yang peruntukannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan ridingnya. So, we strongly suggest you to wear a helmet everytime you’re on a motorcycle. Apakah itu sebagai pengendara ataupun penumpang, mau riding antar pulau atau sekedar beli rokok ke warung depan kompleks. Sayangilah kepala kita, protect it, and come home to your loved ones in one piece! Lagian aneh banget kalo alasan lo pake helm lebih karena takut ditilang polisi, daripada takut kepala lo pecah.

100 ++ Handcrafted product for OUTCULT TRIBE!

AI Website Creator